Kursus Pengantar Riwāq
Apa yang dimaksud dengan filsafat Islam?
Bagaimana para filsuf Islam membicarakan manusia, alam, dan Tuhan?
Mengapa teks‑teks filsafat sering terasa sulit dibaca, bahkan bagi pembaca yang sudah terbiasa dengan teks keagamaan atau akademik?
Kursus Pengantar merupakan rangkaian kajian yang dirancang sebagai pintu masuk ke dalam filsafat Islam — suatu pendahuluan pada konsep-konsep dasar. Rangkaian ini bukan kurikulum wajib atau jalur formal, melainkan suatu orientasi bersama bagi peserta yang ingin memahami bahasa, konsep, dan kerangka berpikir yang bekerja di balik kajian‑kajian Riwāq.
Jika filsafat dapat dipahami sebagai sebuah bahasa, maka untuk membacanya kita perlu mempelajari tata bahasanya. Melalui rangkaian tiga kursus ini, peserta diperkenalkan pada cara filsafat Islam membangun argumen, menggunakan istilah, dan menempatkan konsep‑konsepnya dalam wacana yang lebih luas. Tujuannya bukan penguasaan materi secara teknis, melainkan pembiasaan membaca, mendengar, dan berpikir dalam cakrawala konseptual filsafat Islam, sehingga teks‑teks filosofis yang sulit dapat dipahami dan diperdalam, bukan sekadar sebagai kumpulan istilah asing.
Rangkaian ini ditawarkan sekali setiap tahun dan dapat diikuti secara utuh atau sebagian. Kursus Pengantar dapat diikuti sebelum atau bersamaan dengan kajian‑kajian lain di Riwāq, sebagai bekal awal untuk membaca dan mengikuti percakapan filosofis dengan lebih percaya diri.
→ Kursus Pengantar I: Tata Bahasa Realitas
→ Kursus Pengantar II: Kehidupan Alam dan Jiwa Manusia
→ Kursus Pengantar III: Tuhan: Asal dan Tujuan
[Sheesh Mahal (Palace of Mirrors), Lahore Fort (Shahi Qila), 2023, by MFA]
Kursus Pengantar I: Tata Bahasa Realitas
Kursus ini adalah fondasi konseptual seluruh rangkaian kursus pengantar. Tujuannya adalah untuk memahami bagaimana para filsuf Islam menggunakan bahasa untuk memahami realitas. Filsafat adalah sebuah bahasa—dengan istilah‑istilah, struktur, dan pertanyaan khas—yang perlu dipelajari sebelum membaca teks secara langsung.
Peserta diajak memahami perbedaan antara pertanyaan dan pernyataan filosofis, teologis, dan estetis, serta bagaimana tradisi Peripatetik merumuskan jawaban terhadap pertanyaan "apa itu x" dan "mengapa x demikian." Kursus ini berangkat dari Aristoteles sebagaimana dikembangkan oleh al‑Fārābī dan Ibn Sīnā. Namun perspektif tradisi Kalām sebagai sebuah tradisi filosofis juga akan dibahas.
Pokok‑pokok bahasan:
- Filsafat sebagai bahasa konseptual
- Hubungan antara bahasa dan realitas
- Gagasan Yunani tentang logos dan pengetahuan rasional
- Peran al‑Fārābī dan Ibn Sīnā dalam perumusan bahasa filsafat
- Perbedaan pengetahuan rasional (maʿqūlāt) dan pengetahuan inderawi (maḥsūsāt)
- Tradisi Categories atau maqūlāt dalam filsafat Islam
- Struktur dan konstitusi benda
- Analisis hylomorfik: bentuk (ṣūra) dan materi (mādda)
- Pengantar tradisi Kalām sebagai alternatif kerangka teoritis Peripatetik
- Apakah ilmu mantik adalah tata bahasa (naḥw) Yunani?
- Latihan membaca terbimbing sebagai sharḥ‑exercise
Kursus Pengantar II: Kehidupan Alam dan Jiwa Manusia
Kursus ini melanjutkan pembahasan dari struktur realitas ke realitas yang bergerak dan hidup. Fokusnya adalah filsafat alam (kosmologi) dan psikologi dalam tradisi filsafat Islam. Peserta diajak memahami bagaimana perubahan, gerak, dan kehidupan dijelaskan melalui kerangka hylomorfik, serta bagaimana manusia dipahami sebagai bagian dari tatanan alam.
Di sini filsafat juga diperkenalkan sebagai teori pengetahuan ilmiah: pengetahuan tentang sebab, keteraturan, dan struktur universal realitas. Pembahasan tentang jiwa manusia menghubungkan filsafat alam dengan pengalaman manusia sebagai makhluk hidup dan rasional. Teori atomisme Kalām yang memiliki kerangka filsafat alam yang berbeda akan juga dibahas.
Pokok‑pokok bahasan:
- Peralihan dari realitas statis ke realitas dinamis
- Kerangka hylomorfik dalam filsafat alam
- Sebab yang empat (al-asbāb al-arbaʿa)
- Gerak (ḥaraka) dan perubahan
- Konsep aktualitas (fiʿl) dan potensialitas (quwwa)
- Konsep keniscayaan hipotetis (hypothetical necessity)
- Taksonomi ilmiah
- Kosmologi geosentris dalam filsafat Islam klasik
- Teori empat unsur (al‑ʿanāṣir al‑arbaʿa)
- Konsep campuran unsur (mizāj)
- Benda‑benda alamiah dan jenis‑jenis alamiah (natural kinds)
- Perbedaan benda alamiah dan benda buatan (artefak)
- Jiwa (nafs) sebagai prinsip kehidupan
- Fakultas jiwa: vegetatif, sensitif, dan rasional
- Kodrat manusia (ṭabīʿat al‑insān)
- Atomisme Kalām dan kritik terhadap filsafat alam Peripatetik
- Latihan membaca teks filsafat alam dan psikologi
Kursus Pengantar III: Tuhan: Asal dan Tujuan
Kursus ini merupakan penutup rangkaian dan berfokus pada Tuhan dalam filsafat Islam. Pembahasan diarahkan pada bagaimana para filsuf Muslim berbicara tentang Tuhan secara rasional, serta bagaimana mereka menyeimbangkan pendekatan apofatik (tanzīh) Neoplatonisme dengan bahasa wahyu Islam yang bersifat katafatik (tashbīh).
Peserta diajak memahami posisi teologi dalam metafisika, perbedaan pandangan tentang filsafat pertama, serta konsep Tuhan sebagai asal (al‑mabdaʾ) dan tujuan (al‑maʿād) seluruh realitas. Kursus ini juga menghubungkan metafisika dengan kenabian, etika, dan kehidupan manusia, serta membahas kritik al‑Ghazālī terhadap filsafat.
Pokok‑pokok bahasan:
- Posisi pembahasan Tuhan dalam filsafat Islam
- Filsafat pertama menurut al‑Kindī dan Ibn Sīnā
- Hubungan antara teologi dan metafisika
- Tawḥīd dalam perspektif filsafat
- Pendekatan apofatik (tanzīh) dan katafatik (tashbīh) dalam pembicaraan tentang Tuhan
- Tuhan sebagai sebab pertama (al-mabdaʾ) dan tujuan akhir (al-maʿād)
- Hakikat Tuhan (dhāt) dan sifat‑sifat‑Nya (ṣifāt)
- Relasi Tuhan dengan alam
- Kosmologi emanasi (fayḍ; ṣudūr al-ʿālam)
- Konsep kembali kepada Tuhan (al‑maʿād)
- Kenabian (nubuwwa) dan tatanan ilahi: hukum (sharīʿa), dan kehidupan etis
- Takdir Ilahi (al-ʿināya)
- Kebebasan kehendak dan dasar rasional moralitas
- Kritik al‑Ghazālī: keabadian alam, sifat Tuhan, dan pengetahuan Tuhan
- Latihan membaca teks metafisika dan teologi filosofis
Kursus Pengantar dimaksudkan sebagai orientasi bersama, bukan sebagai batas atau prasyarat. Peserta dipersilakan menggunakannya sebagai pijakan awal untuk memasuki kajian‑kajian lain di Riwāq sesuai minat dan kesiapan masing‑masing.